SERANG – Anggota KPU Kota Serang Fierly Murdlyat Mabrurri menegaskan, sebagai pelaksana teknis kebijakan, KPU di kabupaten kota harus dapat memetakan potensi masalah yang diprediksi akan muncul pada pagelaran pemilu dan pilkada serentak 2024. Demikian disampaikan Fierly pada apel rutin yang digelar KPU Kota Serang, Senin 14 Juni 2021.

“Mengacu pada rapat terakhir KPU RI dan beberapa pihak, bahwa pemilu akan digelar Februari 2024. Dan pilkada pada November 2024. Karena itu kita harus bersiap diri, salah satunya dengan cara memetakan potensi masalah. Ini penting untuk pencegahan. Jika masalah sudah terpetakan, maka mudah membuat tindakan kedaruratan. Utamanya di tiga tahapan krusial, yakni penyusunan daftar pemilih, kompetensi badan ad hoc, dan penghitungan serta rekapitulasi suara. Sedari sekarang buat kajian dan analisis mengenai tahapan itu. Acuannya adalah pengalaman empiris saat Pemilu 2019, dan Pilkada 2020,” kata Fierly.

KPU, kata Fierly, juga harus melek dan adaptif terhadap perubahan cepat teknologi informasi. Karena digitalisasi pemilu adalah sebuah keniscayaan di tengah tuntutan publik yang membutuhkan informasi cepat dan akurat mengenai proses dan hasil pemilu.

Hadir pada apel pagi tersebut Sekretaris KPU Kota Serang Hayaudin, dan beberapa staf pelaksana ASN Sekretariat. (*)